oleh

Rusa Batina Berkata : Jangan Lari Dari Masalah, Karena Masalah Tetap Datang Silih Berganti

 

Di alam pegunungan Wawo masih terdapat juga jenis hewan seperti rusa, sapi liar, sisa dari perburuan oleh tangan-tangan jahil manusia. Hewan ini biasa hidup berkelompok dan mendiami di lereng gunung Doro Na’e dan sekitarnya. 

Biasanya hewan seperti rusa, jika hendak melahirkan akan mencari tempat yang aman, agar tidak terganggu oleh pemangsa yang kerap mengancam, lalu si rusa itu pergi ke tepi hutan dekat sungai untuk melahirkan.

Saat bersusah payah mengeluarkan bayinya, tiba-tiba sesuatu yang tidak dibayangkan terjadi. Suara gemuruh dan sambaran petir menerpa, sehingga hutan pun terbakar. 

Saat yang sama, di arah barat tampak seorang pemburu yang telah siap melesatkan busur panahnya. Tak cukup hanya itu. Ia pun melihat diarah timur. Ada seekor singa yang siap menerkam. Kesempatan untuk menghindar tiada lagi. Maka tiada pilihan lain baginya selain: ‘Mati dimangsa singa’. ‘Mati terkena panah’. Mati terbakar atau Mati lompat ke sungai’.

Lalu apa yang dilakukan rusa itu? : Bersedihkah?, merintihkah?, menangiskah?, menjeritkah?
atau berlari dalam kondisi lemas, atau menyerah pada keadaan?

Keputusan yang ia pilih adalah pasrah. Ia tidak berpikir lagi akan hal itu, hanya fokus untuk melahirkan bayinya.

Dalam keadaan kepasrahan karena melahirkan anaknya itu, terjadilah keajaiban: Kilat yang menyambar telah mengganggu pandangan sipemburu sehingga panah yang dilesatkan tepat mengenai singa dan singa pun mati seketika.

Hujan deras yang membasahinya menjadi rahmat memadamkan api, hingga rusa tidak terbakar.

Hujan dan petir yang tidak kunjung reda, menyiutkan nyali pemburu hingga ia pergi mencari tempat berteduh, sehingga tidak focus lagi pada bidikannya.

Begitulah salah salah satu caranya pemilik alam raya ini yaitu Allah, menyelamatkan makhlukNya, hingga rusa itu melahirkan dalam keadaan selamat.

Memang dinamika kehidupan selalu dihadapkan dengan segala macam kesulitan. Masalah selalu datang silih berganti, seakan-akan tidak memberi kesempatan untuk leha-leha.

Masalah di tempat bekerja, masalah di rumah, masalah di jalan, masalah dengan anak-anak semuanya terkadang datang secara bersamaan, sehingga terasa badan ini tidak berdaya, dan tidak mampu lagi berbuat apa-apa.

Lalu apa yang mesti dilakukan? Pengalaman si rusa itu, mungkin bisa dijadikan acuan, yaitu berusaha maksimal, kemudian membiarkan semuanya berjalan apa adanya. Lakukan sesuatu semampu yang dilakukan. Selebihnya serahkan kepada Allah, karena Allah Maha Pengatur.

Sungguh Allah menyayangi hamba-Nya melebihi kasih sayang ibu pada anaknya. Allah lah yang akan menyelesaikan sesuatu masalah yang akan menyembuhkan semua luka

Sehingga tidak elok jika berkata: Ya Allah aku memiliki masalah yang sangat besar. Tetapi katakanlah: Hei… masalah, aku memiliki Allah Yang Maha Berkuasa. (Teo Wawo)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *