oleh

Perjuangan Da’i-Da’i Muda di Daerah Terpencil NTT, Berjuang Tanpa Dibayar

POLISI NEWS, MABAR NTT – Keberadaannya di tengah komunitas Katolik tidak mengurangi atau terganggunya aktifitas Perguruan Muhammadiyah dalam proses belajar mengajar dan Tahfiz Qur’an di Daerah Mbeliling Manggarai Barat NTT.

Mbeliling adalah daerah pegunungan, sekitar 30 Km dari Ibukota Kabupaten Manggarai Barat. Keberadaannya sangat terpencil, antara dusun satu dengan dusun lainnya lumayan jauh, dan keberadaan rumah satu dengan rumah lainnya sangat berjarak. Dan mayoritas penduduknya beragama Katolik.

Salah satu pengasuh rumah tahfiz dan sekaligus guru di Perguruan Muhammadiyah Mbeliling Jafran Hidayat, mengatakan, justru keberadaan kami di dusun terpencil Cunca Wulang Mbeliling sangat disenangi oleh saudara² kami dari Katolik. “Kami saling bantu, bahkan ada guru Katolik yang ikut mengajar di sekolah kita,” ujar Jafran.

Adapun rumah Tahfiz, Alhamdulillah, berjalan dengan cara saling subsidi. Ada yang bawa beras, sayur, terkadang ada yang sumbang untuk beli ikan asih. Dengan cara itu, Alhamdulillah anak² bisa masak rame² dan makan bersama. “semangat belajar anak² luar biasa, dan para ustadz pun terdorong untuk mendidik mereka hingga hafal Qur’an dan faham agama,” ungkap Jafran.

Lebih lanjut Jafran mengungkapkan “Dalam kegiatan tahfiz tidak dipungut bayaran. Tujuannya semata-mata mencari ridho Allah dengan menanamkan agama kepada anak keturunan,” jelasnya. (HMT)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *