oleh

Gerak Cepat Ringkus Pengancam Wartawan, PPWI Sumut Apresiasi Kinerja Polrestabes Medan

POLISI NEWS, MEDAN – Polrestabes Medan telah menahan JS alias Rakes, preman yang melakukan pengancaman terhadap wartawan saat berlangsungnya rekonstruksi tindak penganiayaan yang dilakukan oknum anggota DPRD Medan yang koboy main hakim sendiri.

Kepastian telah ditahannya pelaku dikatakan langsung oleh Kombe Pol Valentino Alfa Tatareda melalui Kasat Reskrim Kompol Teuku Fathir Mustafa, kemarin.

Atas aksi gerak cepat Polrestabes Medan ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Sumut, Surya Putra Sianipar. “Kita acungi jempol buat Kapolrestabes Medan Kombe Pol Valentino Alfa Tatareda dan jajarannya yang dengan sigap meringkus preman yang mengancam wartawan. Aksi cepat ini sebagaimana sesuai motto Polri ‘Presisi’ yakni prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan,” urai Surya Putra Sianipar.

“Jangan mentang ngaku preman dia pelaku bisa ngomong seenaknya melakukan pengancaman. Wartawan itu kerja dilindungi undang-undang dan tidak ada kata perintangan dalam peliputan. Dengan adanya kasus penangkapan preman yang mengancam wartawan bisa memberi rasa nyaman, tak cuma bagi jurnalis di lapangan tapi juga warga Medan,” tuturnya lagi.

Dia pun menambahkan, seperti berita viral saat rekonstruksi oknum anggota dewan, pelaku terlihat arogan. Seolah menghalangi kinerja wartawan yang telah dibekali kartu identitas. Dan ini jadi pelajaran, bagaimana polisi langsung memberikan respon usai pengaduan dilayangkan.

“Saya berharap semoga tidak ada lagi preman yang nekat mengancam wartawan dalam melakukan pekerjaannya sehingga kerja wartawan bisa ‘bebas’ dan leluasa dalam kinerjanya,” Pingkas Surya.

Seperti diberitakan, Kasat Reskrim Polrestabes Medan Kompol Teuku Fathir Mustafa bahwa pelaku Rakes dijerat dengan Pasal 335 ayat 1 dan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers dengan ancaman pidana 2 tahun penjara.

Kasat Reskrim mengatakan, dari hasil pemeriksaan terungkap kalau motif tersangka melakukan kekerasan dan perintangan terhadap tugas jurnalis karena “merasa tersinggung karena adiknya diambil gambarnya oleh wartawan,” ucapnya.

Peristiwa tersebut terjadi saat beberapa orang wartawan sedang melakukan peliputan rekonstruksi kasus penganiayaan yang diduga melibatkan anggota DPRD Kota Medan.

Rekonstruksi penganiayaan yang digelar Satreskrim Polrestabes Medam ini
berlangsung di High 5 Bar & Lounge di Jalan Abdullah Lubis, Kota Medan. @Budi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *