oleh

Masih Adakah Keharmonisan Sesama Anak Bangsa di Negeri Ini ?. Lagi-lagi Polisi Jadi Repot Karena Hal Sepele

POLISI NEWS, JEMBER – Belum lama berselang di Banyuwangi Papan Nama Muhammadiyah dirusakin oleh orang yang tidak dikenal. Sekarang ada lagi di Jember, pasang spanduk berpotensi menjadi pemicu gesekan sesama warga. Benarkah sudah tidak ada lagi tenggang rasa, saling menghargai, kerukunan antar sesama di negeri ini ?.

Belum lama ini di Jember Polsek Tanggul Jember Jatim, menerima laporan dari pemilik hak merk Perguruan Pencak Silat Cempaka Putih (PSCP) adanya banner yang dipasang oleh salah satu perguruan silat di Jember yakni Keluarga Besar Cempaka Putih (KBCP) yang menyebut dirinya organisasi.

Menurut informasi yang diperoleh Polisi News, bahwa Banner yang terpasang di Desa Selodakon adalah Logo dan Foto Pendiri KBCP atau Organisasi, melainkan Logo dan Foto pendiri Perguruan PSCP Pusat Magetan.

Setelah menerima laporan Polsek Tanggul langsung memeriksa kebenaran berkas dan bukti-bukti kepemilikan dari Perguruan PSCP, dan benar bahwa banner itu menggunakan logo dan gambar pendiri Perguruan PSCP.

“Setelah kami cek semua, akhirnya banner tersebut dicopot dan diamankan di Mapolsek Tanggul,” ujar Kapolsek AKP Miftahul Huda, Jumat, 14/04/2023.

Kapolsek berharap, cobalah kita saling menghargai. “Kita ini bangsa yang sama, bahasa yang sama, kultur yang sama. Boleh jadi sesama Jawa Timur ini juga berasal dari keluarga yang sama pula. Kalau sudah begitu masa’ kita saling berantem…!” ucap Kapolsek.

“Sebetulnya sesama perguruan silat itu saling suport dan kerjasama. Waktunya bersaing hanya disaat ada kejuaraan memperebutkan medali dan Piala. Dan sesudahnya kerjasama kembali dalam amankan wilayah bersama-sama aparat lainnya,” tegas Kapolsek.

Ketua Cabang Perguruan PSCP, Iwan Susanto, menjelaskan, Perguruan PSCP sudah memiliki hak merk dan hak cipta dari Kementrian Hukum dan HAM. “Semua berkaitan dengan legalitas sudah terdaftar di Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia,” jekasnya.

“Tolong jangan gunakan atribut milik pihak lain, kita harus saling menjaga dan menghargai serta taat pada hukum,” imbuhnya.

Sesuai pengalamannya, Kapolsek menyimak semua yang dituturkan termasuk dari Iwan, kemudian dengan bijaknya ia berkata. “Kita ini bersaudara, janganlah gagah-gagahan sesama saudara. Malu dilihat orang,” pungkas Kapolsek penuh bijak. @Didik-Nurhasan

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *