oleh

Tega Benar Sikap PT. Intan Siak Andalan (ISA) Mendzolimi Koperasi Rindasiwi Sebagai Mitranya Dalam Pengolahan Perkebunan Sawit

Tega Benar Sikap PT. Intan Siak Andalan (ISA) Mendzolimi Koperasi Rindasiwi Sebagai Mitranya Dalam Pengolahan Perkebunan Sawit.

POLISI NEWS, DUMAI – Homo homini lupus, sebuah istilah dalam bahasa Latin yang berarti “Manusia adalah serigala bagi sesama manusianya.” Istilah tersebut mungkin tepat dan sesuai dengan sikap PT. Intan Siak Andalan (ISA) yang mendzolimi hak Koperasi Rindasiwi Dumai dalam hal kerjasama dalam mengelola perkebun di Desa Kampung Bayang Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sei Sembilan Kota Dumai Riau.

Sebelumnya antara PT. ISA dengan Koperasi Rindasiwi sepakat bekerja sama sebagai mitra untuk mengelola perkebunan sawit milik PT. ISA. Kerja sama dan kemitraan itu tertuang dalam Surat Perjanjian No. 001/SSL/ISA/III/2011 No. 001/III/KOP.RS/2011 tanggal 14 Maret 2011 yang ditanda tangani masing-masing: Rusli selaku Direktur Utama PT. ISA dan Harmida selaku Ketua Koperasi Rindasiwi dan Imanuddin selaku Sekretaris Koperasi Rindasiwi.

Berjalannya waktu, entah kenapa PT. ISA melanggar perjanjian tersebut dengan mendepak Koperasi Rindasiwi, dan tidak diberikan lagi hak-haknya sesuai sesuai yang tertuang dalam Perjanjian tersebut. Karena sikap arogan itu, pihak Koperasi Rindasiwi melakukan protes, namun tidak dihiraukan oleh PT. ISA.

Beberapa sumber yang berhasil dimintai komentarnya oleh Polisi News tentang kelakuan PT. ISA menuturkan bahwa, “PT. ISA itu telah melakukan manipulasi uas lahan. Ia mengklaim luas lahannya sebanyak 2.500 Ha, sedangkan realitanya, hanya memiliki lahan seluas 700 Ha. Dengan akal bulusnya, tidak tertutup kemungkinan dikemudian hari mereka akan merampas tanah-tanah warga di sekitarnya dengan alasan masalah luas diakuinya tadi. Apakah ini tidak berbahaya?,” tanya sumber tadi kesal.

Bukan hanya itu, kata sumber tadi. “PT.ISA itu tidak memiliki izin HGU dan tidak pernah membayar pajak perkebunan. Dan hak-hak Koperasi Rindasiwi yang menggarap dan mengelola perkebunan selama ini, dihianati begitu saja,” ujarnya. @Nasri

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *