oleh

RB Sutarno : Dari Guru Sekolah Menjadi Praktisi dan Pakar Dalam Pengolahan Sampah

POLISI NEWS, JAKARTA – Orang-orang yang bertalenta, tidak pernah defisit inovasi atau ide dalam menemukan pola dan cara praktis untuk kemaslahatan umum. Sebut saja RB Sutarno, pakar pengolah sampah nasional yang mengubah sampah menjadikan komoditas pertanian.

RB Sutarno adalah multi talenta. Sebelum menjadi pakar sampah, ia adalah seorang pendidik. Selama 33 tahun mengabdi menjadi guru sekolah. Mendidik anak-anak hingga cerdas dan mandiri. Baginya adalah sesuatu indah dan menggembirakan melihat anak didiknya berhasil dan bisa kembali bertemu dalam suatu acara mengenai Lingkungan Hidup di Jakarta beberapa hari lalu.

Pak guru yang telah berpindah profesi menjadi tutor dan praktisi dalam pengolahan sampah membuat decak kagum para muridnya dulu yang hadir dalam acara tersebut.

Pertemuan yang indah dan menyenangkan. Di mana para muridnya yang rata-rata telah berkeluarga spontan berubah kaya anak-anak lugu, cuek, mencium dan bermanja pada sang guru yang telah lama berpisah. Dari guru menjadi tukang sampah, rupanya tidak hilangkan rasa kedekatan dengan para muridnya.

Untuk suatu karya dan pengabdian, termasuk praktisi sampah pasti membutuhkan dedikasi, kesetiaan, ketekunan, ketrampilan serta kesabaran. “Kerendahan hati dalam melayanani kepentingan umum, perlu komutment, kesetiaan pada panggilan untuk makin kreatif, adalah yang paling utama, sehingga lahirlah suatu motto, yaitu Satu Hati Lestarikan Bumi,” ungkap Sutarno.

Sutarno yang telah menjadi tokoh nasional tetap smart dalam melayani sehingga ia diundang ke hampir seluruh wilayah Indonesia untuk mengajarkan bagaimana cara mengolah sampah secara sederhana hingga menjadi komoditas pertanian. @ HMT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *