oleh

Suatu Kisah, La Gawu…. Namanya

Disebuah desa…sebut saja desa Dewa (bukan sebenarnya), ada seorang bujang telah berumur. Ia mempunyai sifat dan tabiat unik, hingga diberi gelar oleh masyarakat desanya dengan sebutan La Gawu.

Uniknya karena menganggap dirinya perfeck dan sempurna. Enggan menerima pendapat dan masukan dari orang lain. Saking perfecknya, ia sangat marah jika disalahkan.

Semua yang dia lakukan adalah benar dan tidak perlu orang lain koreksi. Padahal sikapnya itu anomali dan menyimpang dari pranata umum.

Dalam gayanya, tidak pernah terpikir oleh La Gawu bahwa, ada juga pendapat orang lain yang benar, namun semua itu ditolak, dan tidak dibutuhkan oleh La Gawu.

Karena itu La Gawu menjadi buah bibirdan bahan oolok-olokan masyarakat terutama para gadis remaja, sehingga siapa saja warga desa Dewa yang dianggap memiliki sifat dan perangai kaya La Gawu, akan diledeki “Gawu banget sih loh…!”.

Dalam pergaulan remaja, La Gawu hampir tidak memiliki teman akrab, terutama dari kaum hawa, apalagi dijadikan pacar. Gadis-gadis akan marah dan murka jika diledekin “Ada salam dari La Gawu, dan dia sayang padamu…!”

Pandangan masyarakat desa, tentang sikap La Gawu sangatlah ganjil dan tidak enak untuk diingat. Paman dan bibinya menaruh kasihan, sehingga berusaha untuk memberitahu agar sifat dan perangainya diubah. Eeee… ternyata La Gawu tersinggung dan tidak mau terima. Malah paman dan bibinya mendapatkan jawaban melekit rada menantang dari La Gawu. Akibatnya keluarga pun enggan dan membiarkan La Gawu semaunya.

Berjalannya waktu, perasaan La Gawu mulai tidak enak dan malu dengan sikapnya itu, hingga tersirat dalam benaknya untuk berubah.

Pada hari yang dianggapnya mocer, La Gawu meminta petuah dan nasehat dari sesepuh desa, bahwa dirinya akan membuang kebiasaan-kebiasaan uniknya dengan harapan ada wanita yang mau sama dia.

Esok harinya La Gawu, benar-benar berubah. Dia tebarkan pesona pada setiap warga. Ia layangkan senyum manis, sahut sapa nan ramah.

Melihat perubahan itu, banyak juga warga desa bersyukur dan salut. Tetapi bagi gadis-gadis desa hal itu menjadi bahan ketawa dan olok-olokan, hingga La Gawu sulit untuk mendapatkan cinta dari wanita desa tempatnya berada. Nasib…Nasib @ HMT.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *