oleh

Kesadaran dan Harapan di Usia Senja

Misteri Perjalanan Hidup
Teyo Wawo

Usia kita sudah di atas 60 tahun. Perhatikan foto-foto di bawah ini. Wajah penuh syukur terpancar jelas Nur Kalamullah dan Nur Sabda Rasulullah. Itu suatu pertanda hati Qolbul Salim yang senantiasa rukuk dan sujud.

Entah berapa lagi usia yang tersisa untuk dijalani ?. Tidak ada yang tahu.

Menyadari silaturrahim merupakan suatu bonus untuk perpanjang umur. Alhamdulillah wacana Reuni yang dicetuskan Yang di-Pertuan-Agung di Lombok direspon antusias oleh alumni lainnya.

Semuanya serentak bergerak. Di Bima, dipromotori Om Barry beserta Tante Liza mendatangi para alumni. Laksana aliran strum listrik kabel tersambung kompak merespon.

Dae Muna pun yang terbaring di rumah sakit terbangun, berkat suport dari para dukun yang membesuknya, kini telah keluar rumah sakit.

Di Jakarta tidak kalah heboh. Dae Farid walau sudah dihinggapi varian kumis dan rambut yang telah memutih, tetap semangat mengkoordinir teman-teman Jakarta.

Lebih khusus lagi teman-teman di Lombok yang menjadi tuan rumah lebih sigap lagi, menyiapkan keseluruhan terkait acara.

Semua berharap kebahagian sesama tua itu, akan lebih bermanfaat di hari-hari yang akan datang dan di hari nanti setelah berpindah alam.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *