oleh

Pasangan Anies – Muhaimin Bakal ‘Tenggelamkan’ Prabowo – Ganjar

Pasangan Anies – Muhaimin Bakal ‘Tenggelamkan Prabowo – Ganjar
Oleh : Endang K Sobirin

Bak halilintar di siang bolong mengejutkan, bukan cuma bagi politisi, kabar pasangan bakal calon presiden Anies Baswedan menggandeng Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin, mengejutkan banyak pihak.

Gegap gempita dan gemuruh terus terdengar, sejak Surya Paloh Ketum Nasdem membocorkan. Bahkan sampai dideklarasi terus bergemuruh. Utama dari kubu yang “kecewa” sehingga menuding Anies sebagai penghianat.

“Kita selalu mendapat tantangan dan ujian. Bukan hanya sampai hari ini, bahkan akan terus mendapat tantangan,” kata Surya Paloh setengah berteriak saat menyampaikan sambutan di Hotel Majapahit Surabaya, di depan massa Nasden dan PKB.

“Ini bukan demi pribadi, keluarga, atau partainya. Akan tetapi demi memperbaiki kehidupan Bangsa Indonesia,” Kata Anies Rasyid Baswedan yang didaulat sebagai bakal calon presiden dari Partai Nasdem.

Hal yang sama disampaikan Muhaimin digandeng Surya Paloh untuk mendampingi Anies sebagai bakal calon presiden pada Pilpres 2024. Demi kebaikan seluruh Bangsa Indonesia, kata Muhaimin yang di”amin”kan seluruh hadirin. Mulai dari kader pendukung kedua partai, nampak wakil ketua DPR RI, Rahmat Ghobel, KH. Kholil As’ad Syamsul Arifin, KH. Manarul Hidayah, KH. Abdussalam Shohib Bisri, dan banyak lagi kiyai lainnya.

Reaksi negatif ditunjukan kader Partai Demokrat yang menurunkan seluruh baliho di seluruh Indonesia. Bukan cuma sekadar baliho, tetapi para kader juga memotong gambar Anis bersama AHY. Narasi negatif dihujatkan ke Anies sebagai penghianat, tak punya etika, dan berbagai narasi negatif lainnya.

Faizal Assegaf aktivis 98 tidak heran dengan sikap Partai Demokrat yang baper. Sejak awal Anies menggandeng AHY sebagai partai pendukung perubahan dan perbaikan. Sikap AHY seolah “mengunci” Anies agar tidak memilih calon lain sebagai Cawapres. Ini dampak negatif dari politik dinasty.

Seharusnya AHY bisa nahan diri dan bersabar sedikit, tidak memaksakan untuk tahun 2024. Mungkin 2029, setelah 5 tahun belajar, meniti karier dan matang.

Berbulan-bulan, AHY menunggu dengan harap-harap cemas. Beralasanlah AHY kecewa dengan mengekpresikan kekecewaannya secara negatif dengan narasi penghinaan terhadap Anies.

Jika Partai Demokrat bergabung dengan Nasdem dalam Koalisi perubahan dan perbaikan dengan niat ikhlas, tentu tidak begitu baper, bisa dipastikan, Partai Demokrat punya niat tertentu. Orang Betawi bilang ada udang dibalik rempeyek.

Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo, menilai positif langkah Surya Paloh menjadikan Cak Imin sebagai Cawapres mendampingi Anies. Gatot menyebut naluri politik Surya Paloh sangat tajam.

Dalam banyak survey dari berbagai lembaga Anies selalu diposisikan urutan ketiga, dibanding Prabowo, dan Ganjar. Sementara survey yang dilakukan ILC TVOne, Anies memperoleh (77%), Prabowo (16%) dan Ganjar kebagian (9%)

Itung-itungan politik, jika didampingi AHY, Anies tidak dapat dukungan suara signifikan. Utamanya di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Muncul pilihan untuk mengajak Khofifah atau Yenny Wahid, untuk memperoleh dukungan Nahdiyin, namun keduanya tidak bisa menambah Threshold.

Itulah sebabnya Surya Palon mencari tutup botol untuk Anies. Selain mendapat dukungan Threshold juga berdampak dukungan massa Nahdiyin.
Sekali tepuk dapat dua nyawa.

KH. Fachrurroji, Ketua PB NU mengakui, banyak warga NU dukung Cak Imin. Sebab NU memang tudak berpolitik, sehingga tidak ada istilah dukung mendukung. Namun menurut Fahrurroji, Cak Imin didukung orang NU yang di PKB. NU militan.

Sementara Syaiful Huda, Wasekjen PKB mengakui dukungan Nahdiyin tidak maksimal. Namun jika masuk ke putaran kedua akan maksimal.

Prabowo yang mendapat dukungan 4 partai, kelihatan bingung. Masih sulit memutuskan siapa bakal Cawapresnya. Dan bakal sulit mendapat dukungan umat Islam. Setelah Bos PSI mengutip omongan Prabowo yang mengaku menyesal didukung Umat Islam.

Sementara Ganjar yang mendapat dukungan dari PDIP, makin sulit dapat dukungan dari Umat Islam. Hal itu disebabkan komentar Megawati Soekarno Putri yang mengatakan tidak butuh dukungan dari Umat Islam.

Sementara Hartono Yusuf, SH. Ketua dan Pendiri LBH Harbin, mengakui kemajuan Islam mulai nampak dengan Anies berpasangan dengan Cak Imin. Aktivis Pemuda Budhis yang pernah menjadi mentor Lyus Sungkarisma, mengatakan “Anies mempresentasi Islam intelektual. Sementara Cak Imin mewakili Nahdiyin. Dua kekuatan Islam sudah bersatu, bakal sulit ditandingi. Ujar aktivis Pemuda Budhis.

Ujung-ujungnya, Prabowo dan Ganjar yang makin sulit mencari bakal calon wakil presiden, dan akan tenggelam bersama partai pendukungnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *