oleh

Ijtima Ulama : Satu Komando Pilih Pasangan Anis Baswedan – Muhaimin Iskandar 

POLISI NEWS, SENTUL – Pasangan Amin (Anies Rasyid Baswedan – Abdul Muhaimin Iskandar) terpilih sebagai pasangan yang dijagokan Ijtima Ulama. Anies mewakili kalangan Islam modernis dan Muhaimin Muslim tradisionalis. Keduanya bergabung menjadi satu kesatuan menjadi Amin, kata K.H. Muhyidin Junaedi, Penanggungjawab Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional 2023.

Pilihan para ulama terhadap pasangan Amin, menurut Buya, begitu panggilan akrabnya, sudah melalui istikharoh dan perenungan. Dari ketiga pasangan calon, menurut Buya Muhyidin, pasangan Amin yg paling mumpuni. Anies punya pengalaman sebagai Gubernur DKI Jakarta, Ibukota Negara didukung Partai Nasdem yg nasionalis religius, PKS, Partai Umat, Muhaimin didukung PKB yang religius tradisionalis.
Ijtima Ulama, seakan menjadi tradisi dalam menentukan Presiden pilihan ulama dan tokoh nasional. Jusuf Martak yang kehadiran dalam forum itu sebagai Timses Nasional Amin, dalam sambutan pembukaannya mengatakan. Pada Pilpres sebelumnya, sy sebagai Ketua Ijtima. Alhamdulillah Allah tidak mengabulkan, sebab sudah nampak ada indikasi pengkhianatan.

Selamet Ma’arif, Ketua Panitia Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional ada sekitar 1.500 ulama se-Nusanatara yang diundang. Namun hanya dibatasi 600 ulama dari 24 Provinsi, dari Aceh, Sulawesi, Sumatra, NTB, dan banyak lg. Mereka semua hadir dengan penuh keikhlasan, tidak dibayar, tidak diberi akomodasi, semua biaya sendiri.

Anies Baswedan Capres No. 1 dalam paparannya, menyebutkan, Indonesia baru satu bahasa diawali sejak 1928, Baru Yogyakarta yg RI, selebihnya RIS. NKRI baru dimulai 1950. Dari peta Indeks Pembangunan Manusia yg dibedakan dengan warna antara Jawa dan Sumatra dengan provinsi yg lain. Butuh waktu 10 tahun kawasan Timur Indonesia menyamai Jawa dan Sumatra.

Dari indeks ini terlihat ketidak-adilan pembangunan manusia. Jika kesuksesan diukur dari pembangunan jalan tol atau pembangunan pisik, tidak menyentuh pembangunan manusia. Ketidak-adilan akan semakin jelas terlihat.

Padahal seluruh rakyat Indonesia harus mendapat perlakuan yg sama, keadilan. Perubahan inilah yang kami tawarkan kepada rakyat Indonesia. Apa yang sy kemukakan, lanjut Anies, adalah hasil karya bersama. Sy cuma menyampaikan, lanjut Anies. Sahal / Eks

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *