oleh

Wakapolres Bima Kota Kompol Herman,SH : Masyarakat Bima Harus Kembali Kepada Jatidirinya

POLISI NEWS, BIMA – “Penegakkan hukum tidak ada istilah pandang bulu. Semua orang harus sama di depan hukum,” demikian ketegasan Wakapolres Bima Kota Kompol Herman,SH Kamis 24/11/2023 kepada Polisi News di Bima.

Ketegasan putra asli Bima itu, sangat beralasan karena masyarakat Bima yang dikenal religius agamis tetapi banyak perbuatan melanggar hukum.

Ia tahu bahwa dulu saatnya masih kecil, anak-anak seusianya dibekali agama dan patuh pada orang tua. Sangat berbeda dengan keadaan anak-anak dan remaja sekarang. Sudah banyak yang berani melawan orang tua. “Saya perhatikan, bahwa yang banyak berurusan dengan hukum itu, kebanyakan mereka-mereka yang suka lawan orang tua.” bebernya.

Lebih lanjut suami dari Aninhar, S.Kab ini menuturkan, “sebagai putra asli Bima saya malu dengan predikat religius Islami yang digelari oleh orang non Bima. Lihat saja sudah banyak warga Bima yang urakan dan berbuat kriminal. Oleh karena ini agar ada efek jera, Polres Bima Kota tidak akan main-main dalam penegakan hukum,” tegasnya.

Tekad Waka banyak disenangi dan didukung oleh tokoh masyarakat maupun tokoh agama. Kelakuan anak-anak sekarang sudah begitu bebas. Jauh dari agama dan mengabaikan nasehat orang tua.

“Masyarakat Bima sekarang telah terbagi dua. Ada yang agamis berpendidikan dan banyak juga brandal yang sok tau. Kedua kelompok ini berbeda cara pendekatannya. Agamis berpendidikan pendekatannya humanis persuasif. Sedangkan brandal yang sok-tau harus represif biar dia berpikir,” pungkas Kompol Herman. @Theo Wawo

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *