oleh

Abang Kisu Suatu Kisah. Episode-IV

Abang Kisu Suatu Kisah Episode Ke-IV

Theo Wawo

Masih ingat kah atau memang sudah lupa tentang kisah Abang Kisu?. Bahwa sesuai janji, kini cerita Abang Kisu kembali hadir.

Gagal persunting sibahenol Markona. Gagal gapai cita-cita. Gagal bersaing dengan teman-teman. Dan perubahan yang tidak disangkanya menambah frustasi dan depresi si Abang Kisu.

Orang yang selama ini dianggap rendah dan tidak berkemampuan, telah berdiri tegak di depan Abang Kisu. Sementara dia masih kotak-katik dengan Kuda Momopousnya. Secara kejiwaan, kondisi demikian tidak dapat diterima, sehingga denyut nadi dan perasaan Abang Kisu bergejolak tinggi.

Bergejolaknya Ego inilah yang menjadi penyebab sikap dan nalar Abang Kisu liar tidak beretika. Istrinya dipaksa bercocok tanam hingga berlumuran keringat menyirami tanaman dengan harapan bisa menutupi kebutuhan hidup. Sementara si Kisu sendiri hanya sibuk mengelus dan merawat kuda tuanya yang tidak menghasilkan apa-apa. Apalagi untuk mendapatkan uang buat kebutuhan keluarga.

Melihat kondisi Abang Kisu depresi, keluarga dekat paman dan bibinya menaruh empati. Dicobanya untuk beri nasehat, tetapi karena Abang Kisu anggap dirinya lebih pintar, sehingga kata-kata tajam cenderung menantang ia menolak. Karena memang Abang Kisu sudah kudu percaya dan fanatik pada junjungannya. Karena kecewa keluar dari mulut keluarganya ucapan yang bernada sumpah. Apa si Kisu peduli?. “Tidak…! Si Kisu tidak peduli dengan itu.

Benar, yang dinyatakan Tuhan, bahwa pendengaran penglihatan dan hati jika telah ditutup oleh Allah, sulit untuk menerima kebenaran. Karena setan sebagai musuh yang nyata telah menguasai. Bersambung

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *