oleh

Drs. Syamsuddin, MM : Hal Penentu Sebagai Syarat Syahnya Ibadah Yang Kurang Diperhatikan

Drs. Syamsuddin, MM : Hal Penentu Sebagai Syarat Syahnya Ibadah Yang Kurang Diperhatikan

POLISI NEWS.id – Terpanggil sebagai pendakwah yang peduli akan umat, Drs.Syamsuddin,MM yang biasa disapa Ustadz Syam menyoroti bagaimana praktek hal kecil sebagai syarat diterimanya amal yaitu bersuci.

Karena itu Ustadz Syam mengutip pendapat Abu Muhammad Fathul Yaqin tentang bersuci. Ia membagi hal itu terhadap dua hal yaitu dari sisi Najis dan sisi Hadats.

Pertama bersuci dari Najis.Najis sesuatu yang kotor menurut syari’at yang keluar dari dua jalan manusia jalan depan dan jalan belakang selain mani.
Najis cara menyucikannya terbagi menjadi 3 bagian; yaitu najis ringan, air seni anak laki kecil yang belum makan apa apa selain air susu ibunya. Cara bersihkan cukup dipercik air dan di lap.

Kedua, najis Sedang yaitu kotoran manusia, Madi, kotoran hewan dan bangkai binatang.
cara membersihkan dicuci sampai hilang zat, wujud /warna & baunya

Ketiga, Najis Berat, seperti halnya Jilatan anjing terutama pada bejana. Cara bersihkan harus (7x) cuci. Cucian pertama air harus dicampur dengan tanah

Bagian kedua bersuci dari Hadats. Hadats adalah keadaan yang diakibatkan oleh keluarnya sesuatu dari jalan depan & belakang dan bersenggama. Cara bersuci dari hadats yang terbagi, Hadats Kecil; akibat buang angin, pipis, BAB dan keluar madzi.

Cara bersucinya dengan dicuci sampai hilang zat dan baunya. Kemudian berwudhu kembali.

Hadats Besar; Berhubungan suami istri, keluar mani, Haid, Istihadhah Nifas. Cara menghilangkan hadats besar; Mandi junub (mandi besar).

Untuk perempuan ada istilah darah istihadhah yaitu darah yang keluar dari perempuan selain haid & nifas melampaui waktu yang lazim.
Cara menghilangkannya: Boleh memilih salah satu dari tiga cara sesuai kemampuan. Cukup dengan mencuci bagian yang kotor lalu berwudhu kemudian bisa shalat. Ini cara yang ringan.

Setelah mencucinya, lalu mandi pada menjelang akhir waktu shalat dhuhur, kemidian shalat Dzhuhur dan shalat Ashar di awal waktu Ashar. Begitu pula untuk shalat Maghrib dengan Isya (sama dengan Dzhuhur dengan Ashar).
Dan mandi sebelum shalat Subuh.

Mandi pada tiap mau shalat 5 waktu. Ini cara yang lebih utama bila mampu melakukannya.

Tahap mandi hadas besar. Tahap ke 1; Cuci tangan & bagian tubuh yg terkena/ bekas najis atau yang kotor. Selanjtnya tangan digosok ke tanah(kalau di KM berlantaikan tanah).atau di dinding.

Tahap ke 2; Wudhu sempurna; Mencuci dua telapak tangan, Kumur² dan bersihkan hidung dengan cara menghirup air ke hidung dan membuangnya dengan air secidukan tangan (3×), basuh wajah(3×), basuh tangan sampai ke siku kanan kiri (3×), usap rambut hingga tengkuk lanjut ke depan dan usap telinga dengan Jempol dan telunjuk (1 kali), basuh kaki sampai mata kaki (3×), Tahap ke 3; Basuh kepala bagian kanan dan kiri sampai seluruh rambut basah. Kemudian membasuh seluruh badan, utamakan menyiram bagian kanan lebih dahulu, diakhiri membasuh telapak kaki hingga 2 mata kaki tiga kali.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *