oleh

DR. Haris Hakam, MA : Menjelang Ramadhan Saatnya Kita Mengkoreksi Amal Ibadah Kita

POLISI NEWS, TANAHABANG – Menjelang Ramadhan kita sering mendangar yang seolah-olah hadits: Orang2 yang bergembira dengan datangnya Bulan Ramadhan, diharamkan jasadnya masuk neraka.

Jika betul ini dari Rosulullah, orang itu sebenarnya sedang mengejek Rosulullah” kata DR. Haris Hakam MA, dalam khotbah Jum’atnya di Masjid Al Makmur Tamah Abang, Jakarta Pusat.

Beberapa ahli hadits, nenyebutnya sebagai Hadits palsu. Hadits palsu, menurut Haris, lebih rendah kedudukannya dibanding Hadits Dho’if. Jadi sangat berbahaya dan tidak boleh diisebarluaskan.

Jika benar, berapa banyak engko dan si encim di Pasar Tanah Abang yang bergembira. Enam bulan sebelum.datang Ramadhan mereka udah menyediakan stok. Bahkan, lanjut ust. Haris, klo pedagang di Tanah Abang ditanya Ramadhan 3 X setahun, pasti mau banget.

Ini yg kata Imam Ghozali informasi baik dari setan. Jadi sebetulnya, setan tidak selalu memberi informasi negatif. Terkadang setan juga memberi informasi positif, sehingga mamusia terjebak.

Sepuluh hari terakhir Ramadhan, merupakan paling utama pahalanya. Sementara kita justru menjadikan 10 hari Ramadhan saatnya pulang kampung. Tidak banyak yang mengambil kesempatan untuk mendekatkam diri pada Allah.

Sewaktu pulang kampung, justru kita malah menyusahkan orangtua kita, lanjut Ust. Haris. Apa hebatnya anak yang punya mobil, datang ke kampung malah menyusahkan orangtua kita. Sewaktu kita tidak di kampung, mungkin orangtua kita tidur nyenyak.

Dengan kedatangan anak dan cucunya, pkl 04 sudah bangun, masak dan mencuci popok cucunya. Kedatangan kita justru makin mempersulit hidup mereka. Kedatangan kita malah merepotkan.

Hal-hal seperti ini, harus kita koreksi. Sudah baik kah ibadah kita selama ini. Apa yg harus kita siapkan menghadapi Ramadhan. Kita persiapkan Ramahan tahun ini harus lebh baik dari Ramadhan tahun-tahun sebelumnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *