oleh

Penelitian Ilmiah Terkait Kebenaran Masa Iddah, Ilmuwan Robert Guilham Spesialis Embriologi di Albert Einstein Institute, Masuk Islam

Penelitian Ilmiah Terkait Kebenaran Masa Iddah, Ilmuwan Robert Guilham Spesialis Embriologi di Albert Einstein Institute, Masuk Islam
Oleh : A. Kamil Razaq

Dikutip dari beberapa literatur akan kebenaran Islam dan kemukjizatan Al-Qur’an ketika menjelaskan alasan penentuan masa iddah bagi wanita Muslim sehingga Ilmuwan ahli embriologi Robert Guilham masuk Islam.

Beliau meneliti tentang masa iddah wanita bercerai selama (90) hari dan wanita ditinggal mati suami selama (130) hari. Yaitu ketika ilmu modern memberikan kejutan ilmiah yang disebut Sidik Sperma Pria (Kode) mengandung (62) protein, dan itu berbeda antara satu pria dengan pria lain, seperti perbedaan sidik jari. Sementara wanita mengandung Komputer untuk menyimpan Kode Pria yang menggaulinya.

Ketika wanita menikah lagi, lebih awal dari masa iddah, berarti dia dimasuki lebih dari satu kode dalam rahimnya, maka virus telah memasuki komputer wanita yang akibatnya akan terjadi infeksi, dan timbul penyakit-penyakit menjijikkan.

Telah dibuktikan secara ilmiah bahwa haid pertama setelah perceraian menghilangkan (32 – 35%), haid kedua menghilangkan (67 – 72%) sidik sperma pria, haid ketiga menghilangkan (99,9%) sidik sperma pria, dan rahim telah bersih dari sidik sperma sebelumnya dan siap menerima kode sidik baru tanpa merugikan diri perempuan.

Bahaya bagi Pelaku Prostitusi
Berdasarkan penemuan ilmiah tersebut, para pelaku prostitusi dan pezina akan terjangkit penyakit-penyakit mematikan sebagai akibat bercampurnya beberapa sperma di dalam rahimnya, hingga virus menjalar dan menimbulkan aneka penyakit.

Sedangkan iddah janda, ditinggal mati suami memerlukan waktu lebih lama untuk hilangkan kode tersebut. Hal ini disebabkan karena, kesedihan yang membuat sidik sperma menempel lebih lama dan kuat pada dinding rahim sehingga membutuhkan waktu atau masa yang lebih lama untuk proses bersihnya. Allah SWT tetapkan yaitu 4 bulan 10 hari, agar sidik sperma benar-benar hilang.

Fakta itulah yang mendorong ahli embriologi tersebut melakukan penyelitian di lingkungan wanita Muslim Afrika, Amerika, dan ditemukan hanya mengandung sidik sperma dari suami mereka sendiri.

Sementara penelitian ilmiah di lingkungan wanita-wanita liberal di Amerika menunjukkan bahwa mereka memiliki beberapa sidik sperma dari dua sampai tiga pria yang berada.

Fakta di atas membuat ilmuwan tersebut tercengang ketika dia melakukan analisis pada istrinya, untuk menunjukkan bahwa istrinya memiliki tiga sidik sperma yang berarti dia telah mengkhianatinya berselingkuh. Bahkan dia meneliti lebih jauh dengan menyingkapi bahwa hanya satu dari ketiga anaknya yang merupakan putranya.

Alhasil, dia menjadi yakin bahwa Islam adalah satu-satunya agama yang menjamin pemeliharaan wanita dan kohesi masyarakat, dan wanita muslimah adalah wanita terbersih di muka bumi.

Subhanallah. Maha Benar Allah Yang Maha Agung ketika Dia berfirman: Kami akan menunjukkan kepada mereka tanda-tanda Kami di cakrawala dan di dalam diri mereka sendiri sampai menjadi jelas bagi mereka bahwa itu adalah kebenaran. Tidakkah cukup bahwa Rabb-mu adalah saksi atas segala sesuatu.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *