oleh

Perjalanan Indah Penuh Hikmah Menuju Lombok. Teladan Dari Teman Menjadi Sokoguru

POLISI NEWS, LOMBOK – Betul sekali diingatkan Tuhan dalam QS. Al-Isro (7) : kebaikan yang diperbuat, kebaikan itu pula yang akan diperoleh, keburukkan yang diperbuat keburukkan itu pula yang akan menimpa mu.

Pamit dari keluarga, akan ke Lombok, salaman cium tangan dihantar hingga pintu pagar disertai do’a menuju bandara. Check-In dapat bangku depan 3F sementara teman sesama beli tiket dapat bangku 20 belakang.

Turun dari pesawat, rencananya lanjut ke Mataram ingin naik Grab berdua teman. Namun tiba-tiba ada pejabat yang baik hati mengajak, “ayo ikut mobil saya ke Mataram, nanti ada supir yang jemput,” ucapnya.

Kamipun ikut mobilnya. Begitu dekat Mataram orang penting tersebut berkata, kita sudah telat makan. “Ayo kita makan siang dulu di Rumah Makan Taliwang,”. Lalu ia suruh supirnya menuju sebuah rumah makan.

Hidangan istimewa disiapkan. Karena lapar, makan lahap dan nambah. Puas ditraktir lalu calling ponakan, minta dijemput untuk antar ke tempat nginap teman sesama Jakarta (Uda Roni dan Lae Tito Ambarita.

Saat nunggu jemputan, depan rumah makan, terdengar suara berlogat Sibolga “ini pak Tayeb,” ucapnya. Ternyata Tito goncangan dengan Roni sambil kenakan celana pendek jalan-jalan.

“Ya Allah, saya lagi nunggu jemputan ingin ke tempat kalian. Tuhan Maha Baik, pertemukan kita secara tidak sengaja dan tidak terencana,” ucapku bersyukur karena senang berjumpa tanpa susah payah. Saya yakin hal itu merupakan karunia Allah, jika direnungkan.

Sungguh suatu perjalanan dan pengalaman yang sangat berkesan. Karena senang itulah, sehingga ku alihkan niat yang tadinya ingin nginap di hotel, lalu ku putuskan nginap bersama kedua teman baikku Roni dan Tito.

Hasil lobi mereka kepada pemilik paviliun, sehingga ku dapat sewa kamar ber-AC dengan harga relatif murah.

Dalam pertemuan yang singkat itu, saya sudah bisa kenal karakter kedua orang teman tersebut. Saat ketemu pertama di rumah makan, Roni langsung tawarkan minuman kepadaku, “Om mau minum apa, biar saya belikan di Indomaret, saya mau ke sana,” ucap Roni, padahal saya barusan selesai makan.

“Jangan… Kan saya abis makan, masa minum lagi” ucapku sambil berterima kasih kepada Roni.

Setelah sampai di tempat nginap, kami asyik ngobrol dengan pemilik paviliun, sementara Tito nyapu dan bersiin rumput depan kamarnya, lalu disiramnya.

Melihat hal itu saya terkesima kagum dan berkata dalam hati, “anak ini raji dan terbiasa bersih, pasti disenangi banyak orang,” ucapku yang tidak keluar.

Karena kagum, lalu aku menegurnya, “anda ini rajin dan rapi,” ucapku.
Tanpa disangka dan merupakan ilmu berharga bagiku, ia menjawab, “kita orang baru di sini, jadi perlu kenal lingkungan. Kalau kita mencintai dan merawatnya, maka lingkungan pun akan menjaga kita,” ucapnya. Sungguh sebuah pelajaran berharga bagi ku. Terimakasih kawan. @HMT

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *