oleh

Presiden Kaget Ada Anjing Digantung Setengah Jinjit di Tiang Gawang

Presiden Kaget Ada Anjing Digantung Setengah Jinjit di Tiang Gawang
Oleh : Theo Wawo

Aturan protokoler, setiap presiden bepergian selalu banyak pengawal atau pendamping. Tapi kali ini dibatasi hanya sedikit saja yang diajak. Ngiang-ngiang sirine pun ditiadakan karena misinya adalah sidak untuk mengetahui keadaan rakyat. Perjalanan tanpa sirine itu hingga sampailah pada suatu tempat Juragan Kambing.

Tuan rumah menyambut biasa-biasa saja dengan senyum ramah, dijamu dengan santap siang kambing guling. Juragan Kambing tidak mengetahui bahwa tamunya itu adalah presiden sehingga pelayanannya alakadarnya saja.

Puas nikmati hidangan, diselingi canda tawa, ngobrol ngalor ngidul, presiden dan rombongan pamit. Begitu keluar pintu rumah presiden kaget melihat seekor anjing (maaf) digantung di tiang gawang samping rumah. Anjing itu belum mati, karena digantung masih bisa jinjit kaki belakang.

Presiden bertanya, “kenapa guk-guk itu digantung setengah jinjit begitu?” tanyanya kepada Juragan Kambing. Dijawab juragan, “ceritanya panjang pak, tidak akan saya ceritakan kepada siapa pun,” jawabnya yang membuat presiden penasaran. Presiden pun tidak memaksa juragan bercerita dan langsung kembali ke istana.

Keesokan harinya, sang presiden mengirim utusan, untuk bertanya hal ihwal hingga anjing digantung jinjit begitu. Sang Juragan tetap menolak untuk ceritakan mengapa ia sampai hati menggantung hewan piaraannya itu.

Pada hari ketiga, karena penasaran, presiden mengirim salah seorang menteri, dikawal polisi menjemput Juragan Kambing untuk dibawa ke istana.

Setelah ketemu presiden di istana, Sang Juragan berkata, “jika bapak masih penasaran, kenapa anjing itu harus digantung, saya bersedia ceritakan dengan satu syarat,” ucap juragan. “Apa syaratnya?” tanya presiden. “Bapak harus serahkan jabatan bapak sebagai presiden kepada saya untuk beberapa waktu, dan setelahnya akan saya kembalikan jabatan tersebut kepada bapak,” tuturnya.

Presiden yang dipilih melalui pemilu Jurdil, tentu saja keberatan untuk serahkan jabatan kesayangannya.

Karena belum ada titik temu, Juragan Kambing dipersilahkan kembali ke rumahnya.

Entah kekuatan gaib apa, pada malam hari, Sang Presiden terus dihantui rasa penasaran, berpikir, kenapa anjing digantung dengan cara tidak lazim. Pikiran itu menjadi-jadi, apalagi mendengar syarat dari juragan kambing, harus serahkan jabatan presiden kepada dia, padahal dia rakyat yang belum diketahui latar belakangnya yang jelas.

Setiap malam terus saja begitu, mengganggu tidur Presiden, sehingga agenda yang ditetapkan sebelumnya terpaksa dibatalkan karena presiden harus mengganti tidurnya.

Keadaan itu berlangsung berhari-hari. Suasana istana bahkan sejumlah kantor menteri mulai kena imbasnya. Maka, atas usulan beberapa menteri, presiden menyetujui syarat yang diajukan juragan kambing. Maka ia pun dijemput dan terjadilah pengalihan kekuasaan yang dihadiri anggota kabinet dan sejumlah duta besar negara sahabat.

Walau Jadi Presiden Seumur Jagung, Namun si Juragan Torehkan Prestasi

Hari pertama menduduki Jabatan Presiden, Juragan Kambing langsung berhentikan semua Pejabat Eselon Satu, Menteri-menteri, Panglima Tentara dan Kepala Kepolisian. Terutama mereka sebagai Antek Asing. Semua diganti oleh Eselon Dua. Para pejabat tersebut bukan hanya diberhentikan tetapi dijebloskan ke dalam penjara.

Penguasa Sementara Juragan Kambing, juga mengirim pesan kepada semua negara, bahwa sejak kepemimpinannya, negara lain tidak berhak lagi mengatur, apalagi mencari keuntungan di negara yang dipimpinnya, karena negara terancam bangkrut dililit hutang yang banyak.

Penguasa Sementara Juragan Kambing juga menyampaikan pesan bahwa, negaranya memiliki kedaulatan yang tidak boleh didikte oleh negara lain.

Para kepala negara asing dan aseng yang selama ini nyaman meraup keuntungan panik dan ketar ketir. Mereka mulai coba adakan komunikasi dan mencari pejabat yang selama ini menjadi anteknya, guna atasi masalah atas kebijakan Penguasa Sementara Juragan Kambing . Tetapi sudah tertutup dan tidak ada jawaban karena Anteknya telah meringkuk dalam penjara.

Selama menjadi Penguasa Sementara, Juragan Kambing mengambil alih semua perusahaan yang dikuasai asing sehingga keuntungan perusahaan 100 ℅ masuk Kas Negara.

Uang simpanan para Pejabat Korup yang berada di luar negeri, ditarik menjadi harta negara. Dalam waktu singkat, kekayaan negara meningkat, hutang negara dapat dilunasi kendati dengan bunga berlipat.

Merasa tujuannya telah tercapai, Juragan Kambing, menyerahkan kembali jabatannya ke Presiden sebenarnya. Setelah mendapat laporan dari para menterinya yang semua jujur Sang Presiden tampak senang.

“Sebelum meninggalkan istana, sekarang giliran untuk ceritakan tentang anjing yang digantung di tengah tiang gawang setengah jinjit itu,” pinta presiden.

“Begini, pak presiden…. Saya memiliki puluhan ribu kambing yang dijaga beberapa ekor anjing. Salah satunya yaitu anjing yang saya gantung itu. Selama ini setiap hari saya kehilangan beberapa ekor kambing, dan saya tidak tahu kenapa?. Sampai pada suatu hari, saya melihat ada seekor anjing sergap kambing dan membunuhnya. Kambing itu, diberikan kepada singa.

Anjing yang berkhianat itu adalah dia, sebagai kepala dan yang koordinir anjing lainnya. Mungkin Anjing Ketua, sering diganggu singa mau menerkam kambing yang menjadi tanggung jawabnya. Setelah Anjing Kepala memberi jatah, sehingga singa tidak mengganggunya.

Demi mempertahankan Jabatannya dan terbebas dari gangguan singa, maka ia korbankan kambing yang semestinya ia jaga. Maka hukuman bagi Anjing Kepala yang berkhianat adalah digantung setengah jinjit agar anjing-anjing muda mengambil pelajaran. Dan terbukti sejak hari itu, tidak pernah lagi kehilangan satu kambing pun,” tutur Juragan Kambing.

Mendengar penjelasan yang panjang-lebar itu, Presiden angguk-angguk kepala entah faham atau tidak, dan sekali-sekali melirik para menteri yang hadir.

Sudah banyak kambing yang disembelih, dijual, dijarah, dikuasai Asing dan Aseng di negeri ini?.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *