oleh

Bapak Tua Nan Buta Penjual Cemilan : Hidup Tak Sebatas Untung dan Rugi

Bapak Tua Nan Buta Penjual Cemilan : Hidup Tak Sebatas Untung dan Rugi

Dalam suatu perjalanan, ku saksikan ada seorang bapak tua, suaranya telah parau karena usia. Ia jual cemilan di pinggir jalan. Ada ibu-ibu, terlihat mau beli dan ambil tiga bungkus cemilan, lalu ia tanya kepada penjual, bapak tua “berapa pak?,” tanyanya.

Bapak yang bungkukkan badan nunduk, “ambil apa saja bu..?,” tanyanya. Ibu itu sambil unjukin cemilan yang ia pegang, dan menjawab, “tiga pak,” sahutnya.

Rp 15 ribu,” jawab bapak tua. Lalu ibu sodorkan uang 100 ribu. Dan bapak tua masih dalam posisi nunduk kembali bertanya, “berapa ibu uangnya?.” Ibu itu sedikit bingung dengan sikap bapak tua, lalu ia jawab, “Rp100 ribu pak...” jawabnya. Bapak tua lalu meraba-raba kantong sambil keluarin hampir semua uangnya. Oooh ternyata bapak tua ada masalah dengan matanya hingga tidak bisa melihat, terlintas dalam hati ibu itu.

Ya Tuhan.. kenapa aku tak pandai menjaga hati. Maafkan jika hati ini belum mampu berbaik sangka ya Allah,” ucap ibu itu memohon ampun pada Tuhan.

Bapak tua masih sibuk keluarkan uang dari kantongnya. Nyaris semua uang yang ada dikeluarin. Lalu dia bilang, “kembaliannya silakan ibu ambil sendiri,” ucapnya.

Seketika ibu itu terkejut mendengar ucapan bapak tua. Lalu ia bertanya, “pak, kalau saya kasih uang 10 ribu, lalu saya ambil kembalinya 50 ribu, bapak kan ga tau, rugi dong?,” ucap ibu itu ngetes.

Lagi-lagi bapak tua jawab penuh yakin bahwa, “Allah.. gak akan salah alamat kasih rejeki.. ibu, kalau sekarang saya harus rugi, tentu Allah pasti lagi siapin rejeki lain buat saya. Hidup tak hanya sebatas untung dan rugi, tapi hidup belajar tentang sabar dan ikhlas,” ucapnya.

Ah aku nih sensitif banget, jika ketemu orang hebat seperti ini, rasanya gak bisa nahan air mata. Ooh Tuhan… gemetar hati dengarnya,” ucap Ibu, kagum atas keimanan bapak tua.

Bapak tua itu pastikan, “sudah ambil kembaliannya bu…?,” tenyanya. Akhirnya Ibu itu jawab, “ga usah, pak, hari ini Allah kirim rejeki untuk Jenengan,” jawab Ibu. Dan bapak tua senyum sambil ucapkan terima kasih, Alhamdulillah.

Aku sadar..Ya Allah, ampuni aku, maafkan aku, dari setiap kegelisahan dan keraguan hati akan rezeki. Disaat makin susahnya mencari reziki..si bapak ini dengan keterbatasan matanya tetap bertahan dan yakin bahwa Tuhan selalu bersamanya. @Theowawo