oleh

Lamunan Putra Mahkota Gibran Rakabuming Jadi Presiden. Apa Mungkin ?

Lamunan Putra Mahkota Gibran Rakabuming Jadi Presiden. Apa Mungkin ?

Eddy Ikhwanullah

Ada suatu kritikan oleh Sholihin MS, Pemerhati Sosial Politik Indonesia. Ia menyoroti tentang kelakuan Gibran yang bikin orang-orang waras beretika melihat aneh :

Pertama: Gibran bagi-bagi buku kepada murid-murid SD yang bergambar putranya ‘Jan Ethes’. Kedua; diterbitkannya buku berjudul Gibran the Next Presiden.

Berkaitan dengan ini, Gibran telah meminta maaf, demikian juga bedah buku berjudul : ‘Gibran the Next Presiden’ dibatalkan alias ditunda, entah kapan.

Penulis itu mengajak untuk analisa beberapa karakter Gibran sebagai pejabat penting dan merupakan public figure di negara mayoritas Muslim berpenduduk lebih cari 250 Juta jiwa:

Pertama ; Gibran lolos sebagai Cawapres hasil konspirasi, nepotisme Ketua MK Anwar Usman melalui putusan No.90 yang menjadikannya ia dihukum pelanggaran etik berat, dan Gibran dianggap sebagai Anak Haram Konstitusi. Sementara Aturan KPU masih mensyaratkan usia minimal 40 tahun. KPU beralasan karena ada surat dari Jokowi.

Fakta ini berimplikasi besar bagi konsistensi dan penerapan hukum. Ternyata benar, tidak berselang lama MA ikut mengubah persyaratan usia cagub dan cawagub hanya untuk kepentingan, Kaesang Pangarep. Dan
hukum benar-benar jadi bahan permainan.

Kedua; Kapasitas, kompetensi, skill Gibran sebagai pemimpin nasional sangat tidak layak. Bicara saja tidak lancar, berkomunikasi politik tidak bisa, apalagi mengatasi problem yang kompleks bangsa dan negara.

Walau Jokowi telah mengangkat Gibran setinggi-tingginya tapi level Gibran tidak naik sebagai pemimpin. Jika dipaksakan, yang mungkin terjadi adalah :

1. Menjadi lebih otoriter dari sebelumnya
2. Merendahkan para Senior, Jendral, Profesor, Doktor dan tokoh-tokoh lainnya.
3. Kebijakan akan lebih serampangan.
4. Politik dinasti, nepotisme terus dipertahankan, demokrasi dimatikan
5. Orang berintegritas disingkirkan, orang yang bermasalah dipertahankan
6. Tidak bisa lepas dari cengkeraman China dan oligarki taipan
7. Nafsu akan lebih mendominasi dalam bertindak ketimbang akal dan nurani
8. Hukum akan menjadi bahan permainan
9. Norma dan etika terus diinjak-injak
10. Umat Islam akan dimusuhi dan dipinggirkan
11. Korupsi berjaya
12. Pembungkaman oposisi akan terus terjadi
13. Investasi tersendat akibat penerapan hukum yang tidak konsisten
14. Rakyat terus dibuat menderita, menjadi obyek penguasa.
15. Hubungan dengan luar negeri bakal banyak kendala, terutama dengan negara-negara Islam

Ketiga; Dengan hanya andalkan kekuasaan ayah, Gibran bakal membawa Indonesia menjadi lebih hancur.

Keinginan Gibran jadi Presiden hanya lamunan, karena tidak didukung kemampuan sedikitpun.

Di tangan Jokowi Indonesia di jurang kehancuran, jika Gibran memimpin Indonesia akan menyempurnakan kehancurannya.

Siapa saja yang telah memberi jalan dan mendukung majunya keluarga Jokowi, harus bertanggung jawab. Jangan biarkan negara yang telah diperjuangkan oleh para syuhada dengan tetesan darah dan nyawa dihancurkan oleh keserakahan para durjana, yang hanya pentingkan diri sendiri dan keluarganya. Janganlah mati dengan meninggalkan catatan kelam yang akan sengsarakan di akhirat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *