oleh

Penjilat dan Si-Alim Berdebat Tentang Dunia Gelap, Akhirat Terang

 

Penjilat dan Si-Alim Berdebat 
Oleh : Theowawo

Untuk pertahankan kwalitas diri, tiga orang (A, B, C) berdebat. Debatnya bertensi tinggi, seperti Ngabalin, Irma, vs Rocky. Topiknya tentang : “Dunia Gelap dan Akhirat Terang.”

Debat mereka emosi tinggi, cenderung saling serang masalah pribadi. Masing-masing ingin unggul dari yang lain. Karena beda analogi dan persepsi, tidak ditemukan titik temu, hingga sepakat untuk lakukan research di tempat yang gelap, yaitu masuk dalam kesebuah goa.

Didapatinya goa yang sangat gelap, hingga mereka tak saling melihat bahkan berjalan harus meraba karena gelapnya. Kaki mereka terasa tertusuk kerikil-kerikil tajam dan harus dilalui dalam goa tersebut.

Si-A, berjalan tanpa peduli. Lewat begitu saja tidak mau mengambil apapun yang dirasa dan diinjaknya. Ia cuek dan masih mangkel dengan serangan lawan saat debat tadi.

Si-B : sedikit peduli dan mengambil ala kadarnya sesuatu yang diinjak dan dirasanya dalam goa. Pikirnya mungkin berguna untuk sekedar dijadikan bahan penelitian.

Si-C. Mumpung ada kesempatan, dia mengambil lebih banyak kerikil-kerikil yang ia injak. Dimasukan dalam kantung celana dan bajunya. Ia berpikir pasti akan berguna disuatu saat nanti.

Batas waktu habis. Ketiganya harus keluar meninggalkan goa.

Betapa kagetnya mereka, ternyata yang diinjaknya tadi adalah bongkahan emas berbentuk kerikil. Semuanya menyesal, kenapa tidak ambil banyak. Dimintanya untuk kembali ke goa, tetapi karena batas waktu untuknya telah habis, makan tidak memungkinkan untuk kembali.

Si-A, penyesalannya lebih besar, bahwa satu pun kerikil yang diinjaknya tidak ia pedulikan. Ia ingin sekali balik ke goa, tapi waktu untuknya telah habis dan tak mungkin bisa kembali.

Si-B pun tidak kurang menyesal, karena hanya sedikit yang dia ambil. Dikiranya hanya kerikik-kerikil biasa, padahal ia banyak kesempatan yang semestinya bisa digunakan untuk ambil lebih banyak. “Andaikan saya tau itu adalah emas, maka saya akan ambil dan bawa sebanyak mungkin,” gumamnya.

Si-C, yang banyak ambil, masih nyesal juga, “kenapa tidak mengambilnya lebih banyak, padahal kantong celana dan baju masih muat untuk diisi,” ucapnya.

Sambil menyesal mereka rehat sejenak. Dalam pikirannya ada yang akui bahwa dunia ternyata “GELAP“, karena gelap itu, sehingga tidak peduli dan tidak tau bahwa yang diinjaknya tadi adalah Emas. Beruntunglah orang-orang yang tidak ngeyel akan petunjuk Allah.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *