oleh

Tidak Mudah Menyeberangi Shirath, Perlu Iman & Amal

Tidak Mudah Menyeberangi Shirath. Perlu Iman & Amal

Sehabis pengadilan Yang Maha Adil di Padang Mahsyar, manusia berjalan menuju Jembatan Shirath. Tak mudah untuk menyeberangi shirath. Jembatan yang terbentang di atas Neraka Jahanam. Untuk menyeberanginya bukan karena fisik yang kuat, pangkat tinggi atau kaya harta, melaikan bagaimana iman dan amalan semasa di dunia.

Ingin melihat kondisi, bagaimana saat menyeberangi shirath, maka lihatlah keadaan iman dan amal saat ini, ketika meniti jalan dan perintahnya Allah.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Kekokohan seseorang berjalan di atas Syari’at yang Allah tetapkan, maka seukuran itu pula kokohnya dalam menyeberangi shirath yang terbentang panas membakar di atas jahanam.

Semakin sering tergelincir di dunia, akan sering pula tergelincir di akhirat. Semakin cepat dan respek melaksanakan perintah Allah, maka semakin cepat pula dia berjalan melewati jembatan shirath.

Ada orang yang melintasinya bagaikan kilat. Ada orang yang melintasi secepat kedipan mata. Ada yang melintasi seperti tiupan angin. Ada yang melintasi seperti memacu kuda. Ada yang berlari. Ada yang berjalan. Ada yang melintasi sambil merangkak. Ada yang melintasi tergelincir hampir jatuh namun selamat. Dan ada pula yang melintas kemudian jatuh ke dalam neraka. Karena Allah memberi balasan setimpal sesuai kadar amalnya.

Allah ﷻ berfirman

هَلۡ تُجۡزَوۡنَ إِلَّا مَا كُنتُمۡ تَعۡمَلُونَ

Tidaklah kalian dibalasi, kecuali atas apa yang kalian amalkan. Qs. An-Naml 90.

Sumber : Madarij as-Salikin, hlm 16

Hendaknya menjadi renungan, bagaimana kondisi iman dan amal saat ini. Jika berharap dan ingin agar Allah ﷻ memberikan kemudahan, maka hendaknya saat ini harus kokoh dan gesit lakukan amalan sesuai yang diperintahkan-Nya, sebab semua akan dibalas berdasarkan tingkatan amalan. @ Theowawo